Pj. Gubernur Lampung Apresiasi Presiden Prabowo atas Penghentian Impor Tapioka dan Penetapan Harga Singkong
LAMPUNG – Pj. Gubernur Lampung, Samsudin, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto…
Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie Resmi Dibuka pada Jumat, 31 Januari 2025
LAMPUNG – Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie, yang terletak di pusat Kota Bandar Lampung, resmi dibuka pada hari Jumat, 31 Januari 2025, pukul 09:30 WIB. Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan tokoh masyarakat setempat, menandai sebuah langkah baru dalam memberikan fasilitas yang lebih bagi jamaah dan masyarakat sekitar.
Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Rizal H. Tohid, yang memberikan berkah untuk masjid dan Ballroom yang baru saja diresmikan. Doa ini menjadi simbol harapan agar masjid dan fasilitasnya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat dan masyarakat luas.
Kemudian, sambutan disampaikan oleh Bapak Roy Hendra Janto, Ketua Umum Laznaz Bakrie. Dalam sambutannya, Bapak Roy menyampaikan, “Masjid Raya Al-Bakrie ini didirikan dan diresmikan dengan tujuan agar bisa digunakan oleh seluruh jamaah. Dengan kapasitas hingga 1.200 orang, masjid ini tidak hanya diperuntukkan untuk ibadah saja, tetapi juga sebagai tempat untuk acara-acara resmi yang dapat membantu masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.”
Peresmian Ballroom ini juga bertujuan untuk memperkuat peran Masjid Raya Al-Bakrie sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang dapat mendukung kegiatan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Acara tersebut berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Pj. Gubernur Lampung, Syamsudin SH., MH., MPd, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Ibu Eka Apriana, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fredi SM, PLT Asisten Pemerintahan Emfirsada, Staf Kepala BPKAD Marindo Kurniawan, dan Kepala Satpol PP M. Zulkarnain.
Dengan diresmikannya Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie, diharapkan fasilitas ini dapat menjadi tempat yang tidak hanya mendukung kegiatan ibadah, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang bermanfaat.
Peresmian ini menjadi simbol nyata dari komitmen Laznaz Bakrie dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan masyarakat sekitar, serta mempererat hubungan antar berbagai elemen masyarakat. (Susan)
Silaturahmi Penuh Makna, Forum Komunikasi Ibu-Ibu Sumatera Bagian Selatan (FKIISBS) Berkunjung ke Lamban Gedung Kuning
Lampung – Forum Komunikasi Ibu-Ibu Sumatera Bagian Selatan (FKIISBS) menggelar kunjungan silaturahmi ke Lamban Gedung Kuning, sebuah tempat bersejarah yang menjadi simbol kebudayaan Lampung. Kunjungan ini diselenggarakan sebagai ajang untuk mempererat hubungan antar komunitas sekaligus menghargai warisan budaya lokal yang ada di provinsi Lampung. Jumat, (31/1/25).
Dalam acara yang berlangsung meriah tersebut, para anggota FKIISBS disambut dengan penuh kehangatan oleh Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., mantan Kapolda Lampung yang juga merupakan tokoh adat Lampung. Suasana silaturahmi semakin kental dengan penyambutan berupa tarian tradisional dari Gham Bebai Lampung, yang menggambarkan kekayaan dan keindahan budaya setempat.
Tak hanya itu, para tamu juga disuguhkan dengan jamuan makan durian, buah khas Lampung yang sangat disukai oleh masyarakat setempat. Tradisi Sekubal yang dilakukan dalam kesempatan ini turut menambah keakraban dan memperdalam makna dari silaturahmi yang terjalin.

Dalam kesempatan tersebut, Dang Ike (sapaan akrab H. Ike Edwin) memberikan pesan penting mengenai kebersamaan dan pentingnya menjaga budaya lokal. Beliau juga menekankan pentingnya mempererat hubungan antar komunitas, khususnya dalam menjaga kelestarian budaya Lampung yang telah ada sejak zaman dahulu.
“Kunjungan ini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap warisan budaya Lampung yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kita. Sebagai generasi penerus, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan budaya ini agar tetap hidup dan berkembang,” ujar Ike Edwin dalam sambutannya.
Acara ini diakhiri dengan pembicaraan yang penuh kekeluargaan antara FKIISBS dan para tokoh adat Lampung, yang memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan dan melestarikan kebudayaan Lampung demi generasi yang akan datang.
Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi FKIISBS untuk terus mempererat hubungan sosial antar ibu-ibu di Sumatera Bagian Selatan, serta memperkenalkan dan melestarikan budaya Lampung melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.
Ketua OC Aprozi Alam Persiapkan Musda XI Golkar Lampung Sesuai Arahan Partai
Lampung – Panitia Pelaksana (Organizing Committe) Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Lampung menggelar rapat perdana di ruang rapat kantor Golkar Lampung, Kamis (30/1/2025).
Rapat yang dipimpin Ketua OC Musda XI Partai Golkar Lampung Hi Aprozi Alam itu untuk memastikan kesiapan agar pelaksanaan agenda partai tertinggi setelah Munas itu terlaksana dengan baik sesuai dengan arahan partai.
Dalam rapat satu persatu, ketua OC menanyakan usulan kegiatan dan anggaran semua seksi kepanitiaan. “Dari semua usulan rekan-rekan ini akan saya sampaikan kepada ketua panitia penyelenggara,” jelasnya.
Namun yang pasti, lanjutnya, OC akan mempersiapkan se profesional mungkin. Apalagi, menurutnya, musda ini yang pertama se Indonesia setelah rapimnas dan rakernas.
“Rangkaian Musda dapat digelar semeriah mungkin, para elit dan tokoh Golkar baik Ketua Umum, Menteri, Plt ketua sekaligus Wakil Ketua DPR RI akan hadir. Oleh sebab itu kita harus menyiapkan sebaik mungkin. Kita persiapkan dari hal terkecil agar Musda berjalan maksimal dan menghasilkan keputusan terbaik untuk kemajuan Golkar Lampung khususnya, ” tegas anggota Komisi VIII DPR RI itu.
Sejauh ini, kata dia, Musda pada Februari mendatang akan digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure. Pihaknya juga akan memakai even organizer agar Musda dapat berjalan spektakuler dalam rangka menyambut Ketua Umum. “Tapi semua keputusan final tentu menjadi kewenangan DPD Partai Golkar Lampung. Saya hanya mengusulkan,” tegasnya.
Pemkab Pesawaran Gelar Forum Konsultasi Publik Bahas Rancangan Awal RKPD 2026
Pesawaran – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Pertemuan ini dilaksanakan di Aula Pemkab Pesawaran pada Jum’at, (31/1/2025) dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Wildan, Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Pesawaran Aria Guna, Kepala Bappeda Adhytia Hidayat, Kepala Perangkat Daerah, Para Camat, serta tamu undangan lainnya.
Forum ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat serta menyelaraskan tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Pesawaran 2021-2026 dengan visi-misi serta program prioritas RPJPD Kabupaten Pesawaran periode 2025-2045.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, melalui Sekretaris Daerah Wildan dalam sambutannya mengatakan bahwa Forum Konsultasi Publik memegang peran penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam penyusunan perencanaan pembangunan merupakan bagian tak terpisahkan dari mekanisme perencanaan yang diatur dalam berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah.
Tema pembangunan tahun 2026 yang diusung adalah “Memantapkan Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Produktif untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Desa, serta Daya Saing Daerah.”
Dalam konteks ini, lanjut Sekda pembangunan SDM mencakup masyarakat dan aparatur pemerintah, sementara peningkatan daya saing daerah diarahkan pada pencapaian kesejahteraan masyarakat yang tinggi dan berkelanjutan, optimalisasi pelayanan publik, serta pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal untuk menghadapi persaingan domestik dan internasional.
Adapun lima prioritas pembangunan Kabupaten Pesawaran tahun 2026 meliputi peningkatan kualitas SDM yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, unggul, dan berdaya saing, peningkatan iklim investasi dan usaha yang kondusif, mewujudkan desa mandiri sebagai pusat pembangunan berbasis masyarakat dan potensi lokal, pemerataan infrastruktur wilayah yang berkelanjutan dan berkualitas, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang efektif dengan layanan publik berkinerja tinggi.
Sekda Wildan juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memastikan sinkronisasi program dan kegiatan tahun 2026 dengan visi-misi Bupati/Wakil Bupati. Selain itu, RKPD 2026 harus selaras dengan prioritas nasional, provinsi, dan daerah, serta berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan publik yang berintegritas.
Forum Konsultasi Publik ini turut menghadirkan sejumlah pemaparan dari berbagai narasumber mengenai arah kebijakan pembangunan Kabupaten Pesawaran. Adapun materi yang dibahas diantaranya mengenai Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran 2026 oleh Kepala Bappeda Kabupaten Pesawaran Adhytia Hidayat.
Kemudian penjelasan mengenai Outlook Pembangunan Kabupaten Pesawaran Berdasarkan Data Statistik 2020-2024 oleh Kepala BPS Gunawan Catur Prasetyo, materi mengenai Proyeksi Pendapatan Asli Daerah oleh Kepala Bapenda Evans Saggita, dan Arah Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2026 oleh Plt. Kepala BPKAD Iswanto.
Pj. Gubernur Lampung Resmikan Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie, Simbol Harmoni dan Kemajuan
LAMPUNG – Pj. Gubernur Lampung, Samsudin, meresmikan pembangunan Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie yang terletak di Jl.…
Unila Kukuhkan 37 Organisasi Kemahasiswaan Tingkat Universitas
LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) resmi mengukuhkan 37 pengurus organisasi mahasiswa (ormawa) tingkat universitas pada Jumat,…
FKIP Unila Gelar Talkshow Inspiratif untuk Peringati Dies Natalis ke-57
Lampung – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-57, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) mengadakan sebuah talkshow dengan tema “Membangun Generasi Baru: Menjadi Dosen dan Tendik FKIP Unila yang Mampu Menginspirasi dan Menggerakkan”.
Acara ini berlangsung di Aula K FKIP Unila pada Kamis, 30 Januari 2025. Talkshow tersebut dihadiri oleh berbagai pimpinan universitas dan fakultas, termasuk Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd. selaku Ketua Senat Universitas Lampung, serta Plt. Dekan FKIP Dr. Riswandi, M.Pd., bersama jajaran pimpinan fakultas dan tenaga kependidikan FKIP Unila.
Dalam sambutannya, Plt. Dekan FKIP Unila, Dr. Riswandi, M.Pd., menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan wawasan dan strategi kepada dosen serta tenaga kependidikan (tendik) agar mereka dapat lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, acara ini bertujuan untuk membangun iklim kerja yang kolaboratif, inovatif, dan penuh semangat, yang tidak hanya berdampak pada akademik, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter dan kualitas mahasiswa.
“Talkshow ini diharapkan dapat memotivasi setiap individu di FKIP Unila untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan menjadi agen perubahan. Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang dapat mengarahkan mahasiswa untuk berkembang. Tendik juga memegang peran penting dalam menciptakan suasana kampus yang mendukung kemajuan akademik dan non-akademik,” ujar Dr. Riswandi.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Habibullah Jimad, S.E., juga menekankan pentingnya peran dosen dan tendik dalam menghadapi perubahan tuntutan dunia pendidikan. Ia berharap talkshow ini dapat memberikan inspirasi agar dosen dan tendik tidak hanya profesional, tetapi juga mampu memotivasi dan menginspirasi mahasiswa serta sesama kolega untuk terus berkembang.
“Tidak hanya mahasiswa yang harus kita bantu berkembang, tetapi juga dosen dan tendik. Kami ingin memberikan wawasan serta keterampilan kepemimpinan yang dapat membuat mereka menjadi inspirator dan agen perubahan yang positif di lingkungan kampus,” ungkap Dr. Habibullah.
Acara ini menghadirkan pembicara utama, H. Aris Ahmad Jaya, D.V.M., M.M., seorang motivator terkenal di Indonesia, yang membagikan wawasan dan strategi kepada dosen dan tendik untuk menjalankan tugasnya secara profesional dan berdampak positif.
Selama acara, peserta talkshow mengikuti diskusi yang interaktif, dimana mereka berkesempatan bertanya langsung kepada narasumber mengenai tantangan dan peluang dalam dunia pendidikan. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang telah diterapkan oleh dosen dan tendik dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di FKIP Unila.
Dengan suksesnya acara ini, FKIP Unila berharap dapat terus menciptakan lingkungan akademik yang dinamis, inovatif, dan inspiratif. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi awal bagi berbagai program pengembangan yang lebih baik di masa depan.