Pemkot Bandar Lampung Kerahkan Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak banjir. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, kembali menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menurunkan alat berat guna mempercepat proses normalisasi dan pembersihan material sisa banjir.

Pada Minggu (2/3/2025), alat berat mulai beroperasi di sejumlah titik yang masih dipenuhi puing-puing dan material banjir.

Fokus Normalisasi dan Pengerukan di Tiga Lokasi

Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, menjelaskan bahwa pengerahan alat berat difokuskan untuk normalisasi sungai dan pembersihan sisa banjir di beberapa lokasi, antara lain:

  • Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur

  • Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang

  • Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi

“Alat berat ini sangat penting dalam proses normalisasi sungai, terutama untuk mengangkat kayu, batu, lumpur, dan sampah yang menumpuk akibat banjir. Kami sudah mulai beroperasi sejak hari pertama setelah banjir terjadi,” jelas Dedi.

Komitmen Pemkot: Sampai Situasi Kembali Normal

Dedi menegaskan bahwa kegiatan pembersihan dan normalisasi akan berlangsung secara terus-menerus hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar bersih dan aman untuk kembali dihuni.

“Sesuai instruksi Wali Kota, alat berat ini akan terus beroperasi sampai situasi kembali normal,” tambahnya.

Langkah cepat ini merupakan bagian dari kepemimpinan tanggap darurat yang ditunjukkan Wali Kota Eva Dwiana, yang langsung mengerahkan sumber daya sejak hari pertama banjir, termasuk truk dan peralatan berat untuk membantu warga.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, dan warga bisa kembali beraktivitas secara normal tanpa kekhawatiran akan dampak sisa banjir.

Ribuan Warga Padati Rumah Dinas, Bambang-Rafieq: Kami Akan Langsung Bekerja

LAMPUNG7COM – Metro | Ribuan warga Kota Metro berbondong-bondong memenuhi rumah dinas Wali Kota pada Minggu (2/3/2025).

Mereka hadir bukan sekadar untuk bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama, tetapi juga untuk menyaksikan babak baru kepemimpinan Bambang Iman Santoso dan M. Rafieq Adi Pradana.

Euforia dan harapan terpancar dari wajah-wajah mereka yang datang dengan antusias. Sejak sore, halaman rumah dinas telah dipenuhi warga dari berbagai kalangan.

Ada ibu-ibu dengan anak-anaknya, pemuda yang penuh semangat, hingga para tokoh masyarakat yang ingin menyampaikan dukungan langsung. Acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi simbol bahwa perubahan yang dijanjikan dalam kampanye telah dimulai.

Dalam sambutannya, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa ia dan wakilnya tidak ingin menunda-nunda pekerjaan. Bambang-Rafieq siap langsung bekerja mengabdikan diri kepada masyarakat Kota Metro.

“Kami tidak ingin berlama-lama, kami ingin langsung bekerja untuk masyarakat sesuai dengan janji kampanye kami. Kami akan berupaya sebaik mungkin menghadirkan perubahan terbaik untuk Kota Metro ke depan,” tegas Bambang.

Janji yang pernah disampaikan saat kampanye masih terpatri dalam ingatan warga, jalan yang bagus, lampu yang terang, ekonomi yang berkembang, dan masyarakat yang sejahtera.

Dalam kesempatan ini, Bambang kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan itu semua.

“Harapan kami tidak muluk-muluk, yang penting bisa kami buktikan dengan kerja nyata. Kami ingin Metro benar-benar menjadi kota dengan infrastruktur yang baik, pendidikan yang maju, dan ekonomi yang tumbuh,” ujarnya.

Bambang juga menambahkan bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika ada kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami ingin membangun Metro bersama-sama. Perubahan bukan hanya tanggung jawab kami berdua, tetapi juga seluruh warga Metro. Kami butuh dukungan dari semua pihak agar impian kita bisa terwujud,” bebernya.

“Kami ingin menjadi pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat. Bukan hanya hadir di saat kampanye, tetapi terus ada untuk masyarakat. Insya Allah, Metro akan menjadi kota yang lebih maju, lebih terang, dan lebih sejahtera untuk semua,” pungkas Bambang.

Dari pantauan media, kehadiran ribuan warga dalam acara tersebut bukan sekadar bentuk dukungan, tetapi juga cerminan besarnya harapan masyarakat terhadap kepemimpinan baru di Metro.

Salah satu warga, Siti Rahmah (47), mengungkapkan rasa optimisnya dengan kepemimpinan baru Kota Metro dibawah Bambang Iman Santoso dan M. Rafieq Adi Pradana.

“Dulu jalan banyak yang rusak, lampu-lampu mati, dan ekonomi susah. Tapi saya percaya, di tangan Pak Bambang dan Pak Rafieq, Metro bisa berubah. Apalagi mereka langsung kerja, nggak banyak janji kosong,” cetus Siti Rahmah.

Sementara itu, A’am Arisandi (47), seorang warga Metro Pusat yang hadir dalam silaturahmi tersebut berharap kepemimpinan baru bisa membawa lebih banyak kesempatan bagi anak muda.

“Anak muda di Metro butuh lapangan kerja, pelatihan, iklim berusaha dan ruang untuk berkembang. Mudah-mudahan ini bisa menjadi awal baru bagi generasi muda di Metro. Bambang-Rafieq adalah harapan kami,” harap A’an.

Menurut A’am, acara tersebut bukan sekadar buka puasa bersama, melainkan momentum kebersamaan yang memperlihatkan bahwa Metro sedang memasuki era baru.

“Ini adalah harapan, sebuah era di mana janji bukan sekadar kata-kata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata. Semoga Metro kedepannya benar-benar terasa lebih terang. Tidak hanya karena lampu-lampu yang menyala, tetapi juga karena harapan yang kini membara di hati setiap warganya,” tandas A’am. | (Red).

GMKI dan Polda Lampung Bersinergi Jaga Kamtibmas serta Kerukunan Umat Beragama

Bandar Lampung – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Polda Lampung dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Provinsi Lampung.

Ketua GMKI Bandar Lampung, Dyon, menyatakan bahwa saat ini banyak isu-isu hoaks yang berkembang di media sosial dan berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, berita yang tidak terverifikasi dapat menciptakan opini negatif di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan isu SARA.

“Kami berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial agar berita hoaks tidak menyebar luas, terutama yang berpotensi menimbulkan perpecahan di Provinsi Lampung,” ujar Dyon.

Ia juga menegaskan bahwa GMKI siap berkolaborasi dengan Polda Lampung untuk menjaga stabilitas daerah agar tetap kondusif. Pihaknya akan berkontribusi dalam edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Melalui sinergi ini, diharapkan provinsi Lampung tetap aman, damai, serta harmonis dalam keberagaman, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya.

Perlu Segera Dibenahi: SISTEM DRAINASE KOTA BANDARLAMPUNG

Oleh: H. A. Darwin Ruslinur. SE, MM.

JIKA Kota Bandarlampung tidak ingin dijuluki sebagai KOTA BANJIR, langkah pertama yg harus segera diambil adalah pembenahan seluruh drainase. Karena, secara jujur harus berani kita katakan, bahwa sistem drainase di kota ini masih jauh dari optimal.

Kota Bandarlampung terdiri dari 126 Kelurahan, tersebar di 20 Kecamatan. Sekitar 14 Kecamatan diantaranya berpotensi banjir dimusim hujan meliputi Rajabasa, Labuhan Ratu, Tanjungsenang, Langkapura dan Kemiling.

Kemudian, kecamatan Kedamaian, Way Halim, Kedaton, Tangjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat, Telukbetung Utara, Telukbetung Timur, dan Panjang.
Penanganan banjir di Kota Bandarlampung, dari tahun ketahun belum menjadi skala prioritas, masih bersifat temporer. Boleh jadi, ini karena belum/ tidak adanya master plan drainase kota.

Padahal, master plan sangat diperlukan, mengingat secara topografi Kota Bandarlampung meliputi dataran pantai, perbukitan, dataran tinggi, dan Teluk Lampung.

Dengan kondisi demikian, seyogyanya sistem drainase-pun tidak boleh dibuat secara sembrono, tetapi harus betul-betul sesuai dengan kondisi lingkungan. Artinya, mudah menyesuaikan dengan perubahan, baik perubahan urabanisasi, tataguna lahan, dan iklim.

Peran Masyarakat

Tak kalah penting dalam perangi banjir di Kota Bandarlampung adalah pran serta masyarakat. Kesadaran akan arti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dinilai masih sangat rendah dan perlu terus ditingkatkan sejak usia sekolah.

Begitu pula Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung yang bertanggungjawab terhadap kebersihan, dan pertamanan di kota ini. Karena dua aspek ini sangat berkaitan erat dengan banjir.

Tata kelola sampah di Bandarlampung, misalnya, masih menjadi sorotan banyak pihak. Bahkan, saking buruknya tata kelola sampah, hingga terjadi penyegelan TPA (Tempat Pembungan Akhir) sampah Bakung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum lama ini.

Hampir setiap sudut kota, tampak sampah berserakan dipinggir jalan. Kondisi ini-pun dipastikan akan sulit di atasi bila jumlah armada kebersihan, container sampah, termasuk sumber daya manusianya/pasukan kuning tidak ditambah.

Sa’atnyalah Walikota Bandarlampung, Ibu Eva Dwiana berbenah untuk mencegah banjir dan kesemrautan sampah di Kota Bandarlampung. Setidaknya, di priode terakhir ini (priode 2025 – 2030) diniatkan untuk membuat legacy baik yang akan terus dikenang.

Sampah-sampah yg tercecer dibersihkan oleh tenaga-tenaga terampil yg setiap bulan diberikan salary (gaji) memadai, diutamakan pada person yg memang cinta kebersihan. Jangan seperti tenaga-tenaga kebersihan yg ada sekarang.

Kini banyak oknum tenaga kebersihan yang giat angkut sampah bila di sumpel upeti. Sampah rumah tangga yg sedikit volumenya berlebih (agak banyak dari berhajat), pasti tidak bakal di angkat ke truk sampah/motor Tosa, bila tidak dibayar. Oknum-oknum itu berani ngotot bila upetinya sedikit.

Padahal, sampah-sampah dilingkungan perumahan berbayar yg masing-masing di koordinir oleh para Ketua RT. Hal demikian harus menjadi perhatian Ibu Walikota. Terkecuali, sampah-sampah liar yg numpuk dan berserakan di sejumlah ruas jalan.

Seperti di Jl. M. Nur I Sepang Jaya, Kec. Labuhan Ratu, tepatnya disamping Kediaman Rumah Rektor UBL Prof. Yusuf Barusman.
Pamong Lingkungan II Sepangjaya, dengan berbagai upaya melakukan upaya pencegahan agar masyarakat yg tidak jelas berasal darimana, se-enaknya buang sampah di ruas jalan tsb. Tetapi upaya itu sia-sia dan sampah-sampah terus menumpuk.

Bila perlu Ibu Walikota sesekali sidak pada sore atau pagi hari ke lokasi. Bisa saksikan sendiri betapa kotor, bahkan timbulkan aroma tak sedap. Solusinya, Pemkot harus siapkan Cohntainer sampah, ditaruh di tepi Jl. Sultan Agung, kemudian diangkut oleh armada sampah. Ini cara. terbaik, sekaligus mencegah terjadinya keributan antara warga lingkungan setempat dan warga pembuang sampah yg tidak jelas berasal darimana.

Selain itu, Pemkot juga hendaknya segera meng-evaluasi para sopir pengemudi angkutan sampah yg bermental korup. Seperti pengemudi yg mengangkut sampah di Perum Jayapura Indah. Masyarakat/warga memahami, ketika volume sampah rumah tangga berlebih dari biasanya, pastilah dibantu sewajarnya.

“Kami ngerti kok Pak. Kalau sampah berlebih dari biasanya karena ada tambahan potongan-potongan ranting dahan/bunga-bunga, pastilah kami kasih tambahan. Tapi sopir sampah itu kadang rewel dan nolak angkut sampah karena uang tambahannya kecil”, ucap salah seorang warga yg minta tidak ditulis namanya.

Harapan warga Kota Bandarlampung kepada Walikota Bandarlampung Ibu Hj. Eva Dwiana, hendaknya berkenan memprioritaskan perbaikan sistem drainase di kota ini agar tidak selalu menimbulkan ke-khawatiran warga ketika turun hujan lebat. Semoga…

Polisi Selidiki Kematian Mahasiswa ITERA di Area Parkir Kampus Saat Hujan Deras

Lampung – Seorang mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Nabil Al Dzikri, ditemukan meninggal dunia di area parkir kampus saat hujan deras melanda Provinsi Lampung. Dugaan sementara, korban mengalami sengatan listrik.

Dalam sebuah video yang beredar, korban terlihat tergeletak di dekat tiang listrik, tak jauh dari kendaraannya. Sejumlah petugas keamanan dan mahasiswa tampak berhati-hati dalam mendekati korban, khawatir akan risiko sengatan listrik akibat genangan air di sekitar lokasi.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban telah dievakuasi ke rumah sakit sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.

“Benar, seorang mahasiswa ITERA meninggal dunia tadi malam (Jumat) saat hujan deras. Dugaan awal adalah sengatan listrik, namun jajaran Polres Lampung Selatan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Yuni pada Sabtu (1/3/2025).

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka lecet pada kelingking jari kiri korban.

“Kami masih mendalami apakah luka tersebut berkaitan dengan dugaan sengatan listrik atau ada faktor lain. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Yuni menghimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon atau pun tiang listrik di kala hujan deras. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya sambaran petir.

“Peristiwa ini menjadi pengingat untuk kita semua, dikala hujan deras melanda hindari berteduh di bawah pohon. Kemudian jangan berteduh didekat tiang listrik, usahakan mencari tempat berteduh di rumah atau gedung, ini untuk menghindari sambaran petir,” pungkasnya. (Susan)

Wali Kota Eva Dwiana Kerahkan Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir

BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, kembali menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menurunkan alat berat guna mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak banjir. Minggu (2/3/2025), alat berat mulai beroperasi di beberapa titik yang masih dipenuhi material sisa banjir.

Sejak kejadian banjir, berbagai pihak telah berkolaborasi untuk membersihkan puing-puing dan memastikan pemulihan berjalan cepat. Eva Dwiana menunjukkan kepemimpinan tanggap darurat dengan langsung mengerahkan alat berat dan truk ke lokasi bencana untuk mendukung normalisasi sungai serta pemulihan infrastruktur.

Normalisasi Sungai dan Pembersihan Material Sisa Banjir

Kepala Dinas PU Dedi Sutiyoso mengungkapkan bahwa alat berat kembali diterjunkan untuk membersihkan puing-puing dan material banjir yang masih menyumbat permukiman serta melakukan pengerukan sedimen sungai di beberapa titik, yakni:

Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur
Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang
Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi

“Alat berat ini sangat penting dalam proses normalisasi sungai, terutama untuk mengangkat kayu, batu, lumpur, dan sampah yang menumpuk akibat banjir. Kami sudah mulai beroperasi sejak hari pertama setelah banjir terjadi,” jelas Dedi Sutiyoso.

Ia menambahkan bahwa operasi pembersihan akan terus berlanjut hingga seluruh material banjir di wilayah terdampak benar-benar bersih.

“Sesuai instruksi Wali Kota, alat berat ini akan terus beroperasi sampai situasi kembali normal,” tambahnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga warga bisa segera kembali beraktivitas seperti biasa.

Polres Pesisir Barat Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok dan Himbau Waspada Uang Palsu di Pasar Tradisional

Pesisir Barat – Menjelang dan selama bulan Ramadan, Polres Pesisir Barat terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok guna memastikan stabilitas pasokan dan harga di wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melakukan pengecekan langsung ke Pasar Way Batu pada Minggu (2/3/2025).

Kapolres Pesisir Barat, AKBP Alsyahendra, S.IK., M.H., yang diwakili oleh Kasi Humas Polres Pesisir Barat, IPTU Kasiyono, S.E., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga ketertiban dan kestabilan ekonomi di masyarakat.

“Kami dari Polres Pesisir Barat memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di pasar masih aman. Memang ada beberapa harga yang mengalami kenaikan akibat masuknya bulan puasa, namun secara umum masih dalam batas wajar,” ujar IPTU Kasiyono.

Selain memastikan stok bahan pangan, Polres Pesisir Barat juga mengingatkan masyarakat dan pedagang untuk selalu waspada terhadap peredaran uang palsu yang semakin marak.

“Kami mengimbau agar masyarakat dan pedagang lebih teliti saat bertransaksi. Sebisa mungkin gunakan alat pendeteksi uang guna menghindari kerugian akibat peredaran uang palsu,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Polres Pesisir Barat juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas kepolisian terdekat.

Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir akan kelangkaan bahan pokok maupun gangguan keamanan lainnya. (Susan)

Polres Pesisir Barat Gelar Patroli Cipta Kondisi Antisipasi Gangguan Kamtibmas pada Bulan Ramadhan 1446 H

Pesisir Barat – Sabtu, 1 Maret 2025, Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Polres Pesisir Barat melaksanakan patroli cipta kondisi di beberapa objek vital yang ada di wilayah hukum Polres Pesisir Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas seperti tawuran, kenakalan remaja, penggunaan narkoba (ngelem), mabuk-mabukkan, serta prostitusi yang berpotensi meningkat pada bulan Ramadhan.

Selain itu, patroli ini juga difokuskan untuk menindak tegas para pelaku premanisme, angkutan ilegal, serta peredaran barang-barang hasil kejahatan (C3) yang meresahkan masyarakat. Keberadaan polisi di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang menjalankan ibadah puasa.

Kapolres Pesisir Barat, AKBP Alsyahendra, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Pesisir Barat, IPTU Kasiyono, S.E., M.H., mengungkapkan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan bulan Ramadhan dapat berjalan dengan kondusif dan tanpa adanya gangguan yang dapat merusak suasana ibadah umat Muslim.

“Polres Pesisir Barat akan terus hadir di tengah masyarakat, melakukan patroli secara rutin, dan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum yang dapat mengganggu ketertiban umum, khususnya selama bulan Ramadhan,” ujar IPTU Kasiyono.

Patroli ini melibatkan sejumlah personel dari berbagai satuan di Polres Pesisir Barat, dan akan terus dilakukan secara intensif selama bulan Ramadhan 1446 H untuk memastikan terciptanya situasi yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.(Susan)

Kapolda Lampung Ajak Remaja Isi Ramadan dengan Kegiatan Positif, Hindari Tawuran dan Balap Liar

LAMPUNG – Menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika mengajak para remaja dan pelajar untuk mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan-kegiatan positif.

Ajakan ini sekaligus sebagai upaya mencegah tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menyampaikan, Ramadan merupakan momentum yang tepat bagi generasi muda untuk memperbanyak kegiatan bermanfaat, seperti mengikuti kajian agama, terlibat dalam kegiatan sosial, dan mempererat silaturahmi dengan keluarga.

“Manfaatkan waktu libur sekolah selama Ramadan dengan hal-hal yang positif. Jauhi aktivitas yang tidak bermanfaat, apalagi yang dapat mengganggu ketertiban umum seperti balap liar, tawuran, bermain petasan, atau nongkrong hingga larut malam,” ujarnya, Sabtu (1/3/2025).

Irjen Pol Helmy Santika juga mengingatkan bahwa kegiatan negatif, selain membahayakan keselamatan, juga dapat berujung pada tindakan hukum.

“Kami tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum yang membahayakan masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan warga Lampung menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolda Lampung juga mengajak peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya selama Ramadan.

Menurutnya, perhatian orang tua sangat penting untuk memastikan aktivitas anak-anak di luar rumah tetap terkontrol dan terarah.

“Kami berharap para orang tua lebih peduli dan memantau aktivitas anak-anaknya. Jangan biarkan mereka terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat atau terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum,” tuturnya.

Selain itu, Irjen Pol Helmy Santika juga mengajak masyarakat Lampung untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama bulan Ramadan.

“Mari kita wujudkan Lampung yang aman dan tertib. Dengan kerjasama semua pihak, Ramadan kali ini akan menjadi momen yang penuh berkah dan kedamaian,” pungkasnya.

Polda Lampung juga akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga selama menjalankan ibadah puasa.

Selamat menjalankan ibadah puasa 1446 Hijriah. Semoga Ramadan ini membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Lampung. (Susan)

Gubernur Lampung Kunjungi dan Berikan Bantuan kepada Warga Terdampak Banjir

LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari…